Say My Name
Aku dan Tiga Kata
![]() |
| Dok. Spotify, By Saint Fiction |
Hai,
Namaku Dian Nafiatul Awaliyah, cukup tiga kata memang. Hanya, kalian bisa
memanggilku siapa saja, senyaman kalian. Teman-temanku biasa menyapaku dengan
sebutan Dian, sedangkan Mamak-Bapak biasa memanggilku Nafi’ (katanya biar
manfaat atas namaku selalu mengalir). Dan yang terakhir, ada Awal, sapaan ini
pasti terdengar asing bagi kebanyakan kawana-kawanku, ya karna memang hanya
digunakan saat aku di asrama, saat aku berperan sebagai mahasantri yang tidak
pernah absen dengan setelan rok longgar dan atasan tunic (sebut saja Dian versi
Feminim). Sejujurnya, aku tidak terlalu nyaman dipanggil Awal, sebab aku
sendiri tak tau apakah diriku layak disebut sulung atau tidak. Pasalnya dalam
kartu keluarga namaku tertulis di daftar ke-empat yang mana setelah bapak-mamak
ada nama kakaku, kakak tiriku.
Fakta
ini terbilang baru sebab aku memang hanya menceritakan perkara masa lampau dan
keluargaku hanya pada dua orang kawan lelaki, satunya gagap teknologi, dan satu
lagi ia sedang membaca tulisan ini (semoga :v). tapi kalian perlu tau, kakak
dalam tulisan ini bukanlah kakak yang selama ini kalian tau, bukan kakak yang
selama ini menjadi pacuanku untuk terus menulis, membaca bahkan berambisi jadi
si wisudawan terbaik seperti dia, bukan.
Terlepas
dari yang mana dan bagaimana kakakku, aku tidak akan membahasnya di bagian ini.
Jadi, mari kembali perihal nama. Belakangan, sejak aku di Madrasah Aliyah ada
sapaan lain yang masih melekat hingga sekarang, seperti Sruntul atau Sluntung.
Rekan Aliyah atau bahkan kuliahku akan langsung mengerti siapa pencetusnya,
pasti. Ya, dia adalah Nabila atau biasa kupanggil dengan panggilan
sayang, Undal-Undul.
Selain
Sluntung, sapaan lain buatku adalah Hoboq. Aku bisa memastikan, yang akrab dengan
sapaan ini pasti hanya beberapa rekanku saja. Sebagaimana penciptanya yang
memiliki banyak privasi, panggilan ini juga amat privat hanya untuk dia,
Kawanku sejak Tsanawiyah yang entah dia punya otak keturunan Einstein atau
bahkan Isact karena kepiawaianya dalam hampir semua jenis pelajaran, tak
terkecuali sastra. Dia adalah, Hoboq.
Selain
Sluntung dan Hoboq, masih ada beberapa nama lain yang jika kusebutkan satu
persatu sejarah dan pencetusnya, kalian akan semakin bingung memberikan sapaan
buatku. Maka, sejak awal aku menulis bahwa kalian bebas ingin menyapaku siapa
saja senyaman kalian, selamat berkenalan.
(1/3)
Pandana, 9.10 a.m


