Nayanika
Sabana di matamu
Ilalang di punggungku
Kita terikat, pada akar-akaran pohon liar
Kepala kita, tumbuh subur sebuah sumur
Deras tanpa riak
Bergejolak minta diminum,
Lewat matamu, timba sumur itu
Disini, aku berkunjung
Pada hujan di matamu
Hasil menikung banyak kunci yang lagi lagi, Semuanya gagal
gagal membuatmu keluar
Nayanika mencipta genang
Makin dalam, dalam sampai tercipta sebuah gundukan
Mengakar, menjerat, membunuh dan menusuk
Aku yang sekarang layu dihilangkan masalalu


