Anomali


Jalan semarang, kota pahlawan.
lihat mejamu, setumpuk buku dan secangkir kopi,
Candu, "ungkapku".
sejurus kemudian matamu beralih perhatian.

aku sebenarnya cemburu
pada buku, pena dan layar pipih digenggamu.
pada apa-apa yang lebih kau percaya daripada aku.
sayangnya,
bola matamu laut biru
dalam, diam, tenggelam.

Anomalinya akulah Nemo yang hilang aksara
bebal berlayar tanpa nahkoda
bodoh menyerang arus samudra.
Aku penulis
Kamu rangkaian aksara yang kubuat nyata, "tuturmu," 
tepat ketika mulutku melucuti sulung kopimu.

-Aku
Kamis, 27 Feb.

Postingan Populer